Langsung ke konten utama

Apa yang kalian ketahui tentang Sidik Jari?



SIAPAKAH PENGEMBANG TEKNIK SIDIK JARI?

Sidik jari merupakan bukti penting dalam suatu penelitian kasus.  Siapakah kira-kira yang pertama kali mulai mengembangkan teknik sidik jari?

Di inggris tahun 1860 sidik jari pertama kali dikembangkan untuk pembuatan identitas rakyat Inggris. Akan tetapi penggunaan sidik jari untuk menangkap pelaku kejahatan pertama kali digunakna oleh kepolisian di Argentina. Penggunaan sidik jari yang digunakan seperti sekarang ini adalah berkat ilmuwan asal Inggris yang bernama Dr. Henry Faulds. Melalui penelitiannya dia mengungkapkan fakta bahwa setiap manusia memiliki sidik jari yang berbeda dan tidak akan berubah.

Dia dan beberapa orang sukarelawan melakukan percobaan penghilangan sidik jari. Akan tetapi ternyata sidik jari mereka pun kembali seperti semula dan tidak mengalami perubahan. Semua bagiannya lengkap seperti semula tanpa ada yang kuran. Dari hasil penelitiannya dia memperoleh data 1.024 jenis sidik jari. Penemuannya itu pun saat ini sangat berguna dan banyak digunakan.

Contoh pemanfaatan sidik jari
Sidik jari merupakan guratan garis halus yang unik yang ada di jari manusia. Di sidik jari itu terdapat pori-pori yang merupakan tempat keluarnya keringat maupun lemak yang membuat banyak hal dapat diketahui dari sebuah sidik jari.
1.       
      1. Mengidentifikasi perokok
Saat merokok asap rokok tersebut akan masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan dan mengalir di aliran darah. Di sidik jari terdapat pori-pori yang merupakan tempat keluarnya keringat maupun lemak karena itulah dalam sidik jari perokok terdapat zat yang menunjukkan pemilik jari adalah seorang perook. Cara seperti ini biasanya banyak digunakan dalam seleksi atlet olah raga. Selain itu orang yang mengkonsumsi narkoba pun bisa terdetksi lewat sidik jari.
2.       
      2. Sistem dengan sidik jari
Sidik jari banyak digunakan dalam sebuah sistem keamanan. Sistem seperti itu biasa disebut sistem pembaca sidik jari. Cara kerja dari sistem itu adalah membaca sidik jari yang ditempelkan pada sensor lalu dianallisis dan dicocokkan dengan daftar sidik jari yang tersimpan di sistem. Sistem seperti ini banyak digunakan di gedung perkantoran maupun apartemen.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian,Objek,Ruang lingkup serta Sejarah dan Pertambahan Ulumul Qur'an

PENGERTIAN, OBJEK, RUANG LINGKUP, SERTA SEJARAH DAN PERTAMBAHAN ULUMUL QUR’AN MAKALAH Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah : Ulumul Qur’an Dosen Pengampu: M ufidah , M.Pd.i DI SUSUN OLEH : 1.     MUSTOFA                              ( 133111043 ) 2.     YUSUF   HAMDANI                ( 133111044 ) 3.     SITI CHAIZATUL   M.            ( 133111045 ) 4.     USWATUN   KHASANAH      ( 133111046 ) FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN IAIN WALISONGO SEMARANG 2013 I.        PENDAHULUAN Al-Quran adalah kitab suci umat Islam. Diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril. Kita...

Mengatasi kelemahan tes obyektif dan subyektif

UPAYA YANG DAPAT DILAKUKAN UNTUK MENGATASI KELEMAHAN-KELEMAHAN TES OBYEKTIF DAN SUBYEKTIF TUGAS Mata kuliah : EVALUASI PEMBELAJARAN Dosen Pengampu : Drs. H. Karnadi M.Pd. DI SUSUN OLEH : Khairul Anam                               (133111038) Siti Chaizatul Munasiroh             ( 133111045) Laila Romdhoningsih                  (133111073) Faizatul Dina                                (133111135) FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG 2015 A.      Kelema...

Proses Bisnis Internal Pendidikan

PROSES BISNIS INTERNAL  ( INTERNAL BUSINESS PROCESS )  DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN  Tugas Mata Kuliah Balanced Scorecard Dosen Pengampu : Dr. Ujang Cepi Barlian Disusun Oleh : Ali Mutakin (1710418) Khusnul Khotimah (1710426) Siti Chaizatul Munasiroh (1710432) Siti Fathurrohmah (1710433) Lu’luk Ul Janah (1710437) PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM PASCASARJANA INSTITUT AGAMA ISLAM NAHDLATUL ULAMA KEBUMEN 2018 ABSTRAK Pengukuran kinerja tidak hanya penting di dunia bisnis tetapi juga dalam dunia pendidikan. Pengukuran tersebut dapat digunakan untuk menilai keberhasilan lembaga pendidikan guna meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan. Lembaga pendidikan dituntut meningkatkan kualitas pendidikan untuk mendapatkan akreditasi yang baik, memenangkan persaingan mendapatkan pelanggan, dan memenuhi tuntutan dari pimpinan tertinggi lembaga tersebut. Salah satu pengukuran kinerja tersebut dapat dilakukan dengan Bal...